ETIKA KEILMUAN
Ilmu Pengetahuan merupakan alat bagi manusia, yang
diciptakan dengan tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan umat manusia. Dengan
ilmu dapat diciptakan suasana yang lebih baik dan dengan demikian melalui
ilmulah manusia dapat lebih mudah mencapai tujuan untuk meningkatkan
kesejahteraan. Meskipun dalam perkembangannya kemajuan ilmu pengetahuan
tidak selalu mensejahterakan manusia, tetapi banyak pula keburukan bahkan
penderitaan yang dialami oleh manusia sebagai dampak dari kemajuan ilmu
pengetahuan itu sendiri.
Sebagai sebuah disiplin ilmu dan keilmuan, didalamnya
tekandung nilai-nilai seperti etika, moral, norma, dan kesusilaan. Demikian
pula pada aplikasinya, seorang ilmuwan dalam kehidupan sehari-hari seakan
dituntut untuk menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupannya, baik saat
berpikir maupun bertindak. Kendati tinggi ilmu seseorang, apabila tidak
memiliki nilai-nilai yang sudah menjadi semacam aturan dalam kehidupannya dan
tidak memanfaatkan ilmu yang dimilikinya untuk kebaikan dan kemaslahatan orang
banyak orang tersebut tidak akan dipandang tinggi.
Dalam filsafat juga memiliki konsep pemikiran
baik dan buruk yang dikenal dengan nama etika, yakni aturan untuk
membedakan baik dan buruk. Suatu ilmu dan etika adalah sumber pengetahuan
yang diharapkan dapat meminimalkan dan menghentikan perilaku menyimpang di
kalangan masyarakat. Untuk itu peranan ilmu sangat dibutuhkan sebagai sumber
moralitas dalam mengembangkan kesejahteraan dan kemaslahatan manusia.
Berdasarkan
latar belakang tersebut diatas ada beberapa masalah yang akan dibahas dalam
makalah etika keilmuan ini adalah:
A. Pengertian
Etika, Moral
Secara etimologis etika berasal dari
kata ethos yang berarti adat, kebiasaan atau susila. Dalam filsafat
etika membicarakan tentang tingkah laku atau perbuatan manusia dalam kaitan
antara baik dan buruk. Baik dan buruk adalah suatu penilaian atas apa yang bisa
dilihat dan dirasakan seperti perbuatan dan tingkah laku. Sedangkan untuk
hal-hal yang menyangkut aspek motif atau watak, sulit dinilai. Secara garis
besar ada dua macam etika yaitu etika deskriptif dan etika normatif. Etika
deskriptif hanya bersifat menggambarkan, melukiskan dan menceritakan sesuatu
seperti apa adanya tanpa memberikan penilaian atau pedoman tentang bagaimana
seharusnya bertindak. Sedangkan etika selain memberikan penilaian baik dan
buruk juga memberikan pedoman mana yang harus diperbuat dan yang tidak.
Dalam bahasa Yunani, ethika berati ethikos
yang mengandung arti karakter, kebiasaan, kecenderungan dan sikap yang
menagandung analisis konsep-konsep seperti harus, benar salah, mengandung
pencarian watak ke dalam watak moralitas atau tindakan-tindakan moral atau
mengandung pencarian kehidupan yang baik secara moral. Etika secara lebih
detail merupakan ilmu yang membahas tentang moralitas atau tentang manusia
sejauh berkaitan dengan moral.
Moral berasal dari bahasa Latin moralis
(kata dasar mos, moris) yang berarti adat istiadat, kebiasaan, cara, dan
tingkah laku. Moral berarti sesuatu yang menyangkut prinsip benar salah, dan
salah satu dari suatu perilaku yang menjadi standar perilaku manusia.
Bila dijabarkan lebih lanjut moral mengandung empat pengertian: i)baik-buruk,
benar-salah dalam aktifitas manusia, ii) tindakan yang adil dan wajar, iii)
kapasitas untuk diarahkan pada kesadaran benar-salah, dan kepastian untuk
mengarahkan orang lain agar sesuai dengan kaidah tingkah laku yang dinilai
benar-salah dan iv) Sikap seseorang dalam hubungannya dengan orang lain.
B. Hubungan antara
Ilmu Pengetahuan dan Etika
Etika adalah sebuah ilmu dan bukan
sebuah ajaran yang mengatakan bagaimana seharusnya hidup, tetapi itu adalah
ajaran moral. Ilmu Pengetahuan dan etika sebagai suatu pengetahuan yang
diharapkan dapat meminimalkan dan menghentikan perilaku penyimpangan dan
kejahatan di kalangan masyarakat. Ilmu pengetahuan dan etika diharapkan mampu
mengembangkan kesadaran moral di lingkungan masayarakat sekitar agar dapat
menjadi ilmuwan yang memiliki moral dan akhlak yang baik dan mulia.
Sebagai suatu obyek, etika berkaitan
dengan konsep yang dimiliki oleh individu maupun kelompok untuk menilai apakah
tindakan-tindakan yang telah dilakukan itu salah atau benar, baik atau buruk.
Dengan begitu dalam proses penilaiannya ilmu pengetahuan sangat berguna dalam
memberikan arah atau pedoman dan tujuan masing-masing orang. Ilmu
secara moral harus ditujukan untuk kebaikan umat manusia tanpa merendahkan
martabat seseorang.
Etika memberikan batasan maupun
standar yang mengatur pergaulan manusia di dalam kelompok sosialnya yang
kemudian dirupakan ke dalam aturan tertulis yang secara sistematik sengaja
dibuat berdasarkan prinsip-prinsip moral yang ada dan pada saat diperlukan dapat
di fungsikan sebagai pedoman untuk melakukan tindakan tertentu terhadap segala
macam tindakan yang secara umum dinilai menyimpang dari kode etik yang telah
ditentukan dan disepakati bersama. Ilmu sebagai asas moral atau etika mempunyai
kegunaan khusus yakni kegunaan universal bagi umat manusia dalam meningkatkan
martabat kemanusiaannya.
Masalah moral tidak dapat dilepaskan dengan
tekad nanusia untuk menemukan kebenaran. Sebab untuk menemukan dan
mempertahankan kebenaran diperlukan keberanian. Sejarah kemanusiaan telah
mencatat semangat para ilmuwan yang rela mengorbankan nyawanya untuk
mempertahankan apa yang mereka anggap benar. Kemanusiaan tak pernah urung
dihalangi untuk menemukan kebenaran. Tanpa landasan moral maka ilmuwan akan
mudah melakukan pemaksaan intelektual. Penalaran secara rasional yang telah
membawa manusia mencapai harkat kemanusiaannya berganti dengan proses
rasionalisasi yang mendustakan kebenaran.
Maka inilah pentingnya etika dan
moral dalam ilmu pengetahuan yang menyangkut tanggung jawab manusia dalam
mengembangkan ilmu pengetahuan untuk dimanfaatkan bagi sebesar-besarnya
kemaslahatan manusia itu sendiri. Karena dalam penerapannya ilmu pengetahuan
juga mempunyai akibat positif dan negatif bahkan destruktif maka diperlukan
nilai atau norma untuk mengendalikannya. Di sinilah etika menjadi ketentuan
mutlak yang akan menjadi pengendali bagi pemanfaatan ilmu pengetahuan dan
tekhnologi untuk meningkatkan derajat hidup serta kesejahteraan dan
kebahagiaan manusia.
C. Apakah
Ilmu Bebas Nilai atau Tidak Bebas Nilai?
Untuk membedakan apakah ilmu bebas
nilai atau tidak bebas nilai kita perlu membedakan antara penyelenggaraan ilmu
itu sendiri dan penerapan Ilmu, antara mengusahakan ilmu dan menggunakan ilmu.
Ilmu memang mewakili nilai tertentu, ilmu bernilai karena menghasilkan
pengetahuan yang dapat dipercaya, yang obyektif dan dikaji secara kritis. Bebas
nilai adalah tuntutan bagi ilmu pengetahuan agar ilmu pengetahuan dikembangkan
dengan tidak memperhatikan niali-nilai lain di luar ilmu, agar ilmu pengetahuan
dikembangkan demi ilmu pengetahuan dan tidak didasarkan pada pertimbangan lain
di luar ilmu pengetahuan. Apabila ilmu pengetahuan tunduk pada berbagai
pertimbangan di luar ilmu pengetahuan seperti politik, religius dan moral, ilmu
tidak akan berkembang secara otonom, karena ilmu menjadi tidak murni. Di sini
ada bahaya kebenaran yang harus dikorbankan demi nilai-nilai lain. Dengan
demikian kita tidak akan pernah mencapai kebenaran ilmiah dan rasional-obyektif.
Menurut Konrad Kebung (2011) ilmu harus bebas
nilai dan lepas dari nilai-nilai di luar ilmu pengetahuan. Ilmu
pengetahuan bertujuan memberi pemahaman tentang pelbagai masalah dalam hidup.
Ada dua kecenderungan dasar dalam melihat tujuan ilmu pengetahuan. Pertama,
kecenderungan puritan-elitis (ilmu adalah sesuatu yang mewah, elit), bahwa
tujuan akhir dari ilmu pengetahuan adalah demi ilmu pengetahuan itu sendiri.
Ilmu bertujuan untuk menemukan penjelasan tentang sagala sesuatu demi kebenaran
yang memuaskan rasa ingin tau manusia. Kepuasan seorang ilmuwan adalah
menemukan teori-teori besar yang dapat menjelaskan pelbagai persoalan terlepas
dari kegunaan ilmu pengetahuan itu sendiri. Dengan begitu ilmu pengetahuan
menjadi sesuatu yang elit, mewah dan hanya untuk segelintir orang saja. Kedua,
Kecenderungan pragmatis, ilmu pengetahuan tidak hanya untuk mencari
penjelasan tentang berbagai persoalan tetapi juga untuk memecahkan berbagai
persoalan dalam kehidupan, karena berguna ilmu menjadi menarik, membuat hidup
menjadi lebih baik dan menyenangkan.
Josep Situmorang (1996) seperti
dikutip oleh Mohammad Adib, MA, menyatakan bahwa bebas nilai artinya tuntutan
terhadap setiap kegiatan ilmiah agar didasarkan pada hakikat ilmu pengetahuan
itu sendiri. Ilmu pengetahuan menolak campur tangan faktor eksternal yang tidak
secara hakiki menentukan ilmu pengetahuan itu sendiri.
Ada tiga faktor sebagai indikator bahwa
ilmu pengetahuan itu bebas nilai, yaitu: 1) Ilmu harus bebas dari pengeruh
eksternal seperti faktor politis, idiologis, agama, budaya dan unsur
kemasyarakatan lainnya, 2)Perlunya kebebasan ilmiah yang mendorong terjadinya
otonomi ilmu pengetahuan. Kebebasan itu menyangkut kemungkinan untuk menentukan
diri sendiri, 3) Penelitian ilmiah tidak luput dari pertimbangan etis (yang
sering dituding menghambat kemajuan ilmu), karena nilai etis itu sendiri
bersifat universal.
Seorang sosiolog, Weber menyatakan
bahwa ilmu sosial harus bebas nilai, tetapi ia juga mengatakan bahwa ilmu-ilmu
sosial harus menjadi nilai yang relevan. Weber tidak yakin ketika para ilmuwan
sosial melakukan aktifitasnya seperti mengajar atau menulis mengenai bidang
sosial itu, mereka tidak terpengaruh oleh kepentingan tertentu. Nilai-nilai itu
harus diimplikasikan ke dalam bagian praktis ilmu sosial jika praktik itu
mengandung tujuan rasional. Tanpa keinginan melayani kepentingan orang, budaya,
maka ilmu sosial tidak beralasan untuk diajarkan. Jadi meskipun obyektifitas
merupakan ciri mutlak ilmu pengetahuan, tetapi dalam pengembangan atau
penerapannya ilmu dihadapkan pada nilai-nilai yang ikut menentukan pilihan atas
masalah dan kesimpulan yang dibuatnya.
D. Persoalan
Etika Ilmu Pengetahuan
Penerapan ilmu pengetahuan dan
teknologi selalu memerlukan pertimbangan-pertimbangan dari dimensi etis dan hal
ini tentu sangat berpengaruh pada pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi
di masa depan. Tanggung jawab etis ini menyangkut kegiatan atau
penggunaan ilmu pengetahuan dan teknologi itu sendiri. Sehingga seorang ilmuwan
dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi harus selalu memperhatikan
kodrat dan martabat manusia, ekosistem dan bertanggung jawab terhadap
kepentingan generasi yang akan datang dan kepentingan umum, karena pada
dasarnya ilmu pengetahuan dan teknologi itu bertujuan untuk pelayanan
eksistensi manusia dan bukan sebaliknya untuk menghancurkan eksistensi
manusia itu sendiri.
Tanggung jawab ini juga termasuk
berbagai hal yang menjadi sebab dan akibat ilmu pengetahuan dan teknologi pada
masa lalu maupun masa yang akan datang. Jadi bahwa perkembangan ilmu pengetahuan
dan teknologi akan menghambat atau meningkatkan keberadaan manusia tergantung
pada manusia itu sendiri, karena ilmu pengetahuan dan teknologi dilakukan oleh
manusia dan untuk kepentingan manusia. Kemajuan di bidang ilmu pengetahuan dan
teknologi memerlukan kedewasaan manusia dalam arti yang sesungguhnya, yakni
kedewasaan untuk menentukan mana yang layak atau tidak layak, mana yang baik
dan mana yang buruk.
Beberapa problem yang berkaitan
dengan ilmu pengetahuan dan teknologi seperti dicontohkan oleh Amsal Bakhtiar
(2010) pada perkembangan ilmu bioteknologi, perkembangan yang dicapai
sangat maju seperti rekayasa genetika yang menghkhawatirkan banyak kalangan.
Tidak saja para agamawan dan pemerhati hak-hak asasi manusia tetapi para ahli
bioteknologipun juga semakin khawatir karena jika akibatnya tidak bisa
dikendalikan maka akan terjadi bencana besar bagi kehidupan
manusia. Sebagai contoh adalah rekayasa genetika yang dahulunya bertujuan untuk
mengobati penyakit keturunan seperti diabetes, sekarang rekayasa tidak hanya
bertujuan untuk pengobatan tetapi untuk menciptakan manusia-manusia baru yang
sama sekali berbeda baik secara fisik maupun sifat-sifatnya. Dengan rekayasa
tersebut manusia tidak memiliki hak yang bebas lagi. Meskipun teori ini belum tentu
terwujud dalam waktu singkat tetapi telah menimbulkan persoalan dan
kekhawatiran di kalangan ahli etika dan para agamawan, apalagi jika jatuh pada
penguasa yang lalim pasti dampaknya akan sangat membahayakan karena bisa
menghancurkan eksistensi manusia. Maka disinilah diperlukan kedewasaan dari
manusia itu sendiri untuk menentukan mana yang baik dan buruk bagi
kehidupannya.
Tugas terpenting ilmu pengetahuan
dan teknologi adalah menyediakan bantuan agar manusia dapat sungguh-sungguh
mencapai pengertian tentang martabat dirinya. Ilmu pengetahuan dan teknologi
bukan saja sarana untuk mengembangkan diri manusia, tetapi juga merupakan hasil
perkembangan dan kreatifitas manusia untuk memperkokoh kedudukan serta martabat
manusia baik dalam hubungan sebagai pribadi dengan lingkungannya, maupun
sebagai makhluk yang bertanggung jawab terhadap Allah Swt.
E. Sikap
llmiah dan tanggung jawab Ilmuwan
Ilmu adalah suatu cara berpikir
tertentu mengenai suatu obyek dengan pendekatan yang khas sehingga menghasilkan
kesimpulan berupa pengetahuan ilmiah, dalam arti bahwa sisten dan struktur ilmu
itu dapat dipertanggungjawabkan secara terbuka. Pengetahuan ilmiah adalah
pengetahuan yang bersifat kritis, rasional dan logis, obyektif dan terbuka.
Namun yang juga penting adalah apakah pengembangan pengetahuan ilmiah itu
membawa dampak positif`dan baik bagi manusia atau sebaliknya justru
membawa keburukan. Oleh karena itu penting sekali sikap ilmiah yang harus
dimiliki oleh seorang ilmuwan. Dan di sini letak moralitas dari seorang
ilmuwandalam penembangan ilmu, baik itu menyangkut tanggungjawabnya terhadap
tata alamiah, terhadap manusia maupun terhadap Allah Swt. Sikap ilmiah yang
sesuai bagi seorang ilmuwan antara lain: i) tidak adanya rasa pamrih yaitu
suatu sikap yang diarahkan untuk mencapai pengetahuan ilmiah yang obyektih; ii)
Bersikap selektif yang menyangkut cara mengambil kesimpulan yang beragam,
macam-macam metodologi dan lain-lain selalu tidak merasa puas dengan hasil
penelitiannya sehingga selalu ada dorongan untuk melakukan riset dalam hidupnya
dan iv) Memiliki sikap etis untuk mengembangkan ilmu pengetahuan demi
kebahagiaan manusia dan untuk pembangunan bangsa dan negara.
Ilmu pengetahuan menghasilkan
teknologi yang diterapkan pada masyarakat. Ilmu pengetahuan dan teknologi dalam
penerapannya dapat menjadi berkah dan penyelamat bagi manusia, tetapi juga bisa
menjadi bencana bagi manusia. Disinilah pemanfaatan ilmu pengetahuan dan
teknologi perlu diperhatikan dengan sebaik-baiknya.
Proses transformasi ilmu pengetahuan
yang dimanfaatkan oleh masyarakat tidak terlepas dari ilmuwan. Seorang ilmuwan
akan dihadapkan pada kepentingan-kepentingan pribadi ataukah kepentingan
masyarakat akan membawa pada persoalan etika keilmuan serta masalah bebas
nilai. Fungsi ilmuwan tidak berhenti pada penelaah dan keilmuan secara
individual namun juga ikut bertanggungjawab agar produk keilmuannya sampai dan
dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.
Ilmu merupakan hasil karya
perseorangan yang dikomunikasikan dan dikaji secara terbuka oleh masyarakat.
Sekiranya hasil karya itu memenuhi syarat-syarat keilmuan maka dia diterima
sebagai bagian dari kumpulan ilmu pengetahuan dan digunakan oleh masyarakat
tersebut. Dengan perkataan lain, penciptaan ilmu bersifat individual namun
komunikasi dan penggunaan ilmu adalah bersifat sosial. Peranan individu inilah
yang bersifat dominan dalam kemajuan ilmu yang dapat mengubah wajah peradaban.
Kreatifitas individu yang didukung oleh sistem komunikasi sosial yang bersifat
terbuka menjadi proses pengembangan ilmu berjalan secara efektif. Maka jelaslah
bahwa seorang ilmuwan memiliki tanggung jawab sosial yang tinggi. Bukan
saja karena dia adalah warga masyarakat yang kepentingannya terlibat secara
langsung di masyarakat, namun yang lebih penting adalah adalah karena dia
mempunyai fungsi tertentu dalam kelangsungan hidup bermasyarakat.
Implikasi penting dari tanggung
jawab sosial seorang ilmuwan adalah bahwa setiap pencarian dan penemuan
kebenaran secara ilmiah harus disertai dengan landasan etis yang utuh.. Proses
pencarian dan penemuan kebenaran ilmiah yang dilandasi etika, merupakan
kategori moral yang menjadi dasar sikap etis seorang ilmuwan. Ilmuwan bukan
saja berfungsi sebagai penganalisis materi tersebut, tetapi juga harus memiliki
moral yang baik.
Kaum ilmuwan tidak boleh menganggap
ilmu dan teknologi adalah segala-galanya, masih terdapat banyak lagi
sendi-sendi lain yang menyangga peradaban manusia dengan baik. Demikian juga
masih terdapat kebenaran-kebenaran lain disamping kebenaran keilmuan yang melengkapi
harkat kemanusiaan yang hakiki. Jika kaum ilmuwan konsekuen dengan pandangan
hidupnya baik secara moral maupun intelektual maka salah satu penyangga
masyarakat modern ini, yaitu ilmu pengetahuan akan berdiri secara kokoh.
Di bidang etika tanggung jawab
ilmuwan bukan lagi hanya memberikan informasi namun juga memberikan contoh
bagaimana bersifat obyektif, terbuka, menerima kritikan, menerima pendapat
orang lain, kukuh pada pendirian yang dianggap benar dan berani mengakui
kesalahan. Tugas seorang ilmuwan harus menjelaskan hasil penelitiannya sejernih
mungkin berdasarkan rasionalitas dan metodologis yang tepat. Secara moral
seorang ilmuwan tidak akan membiarkan hasil penelitiannya digunakan untuk
tujuan yang melanggar asas-asas kemanusian.
Pengetahuan merupakan sarana yang
dapat digunakan untuk kemaslahatan manusia dan dapat pula disalahgunakan.
Sehingga tanggung jawab ilmuwan sangatlah besar, tanggung jawab akademis dan
tanggung jawab moral. Jika ilmuwan telah dapat memenuhi tanggung jawab sosialnya,
maka ilmu penetahuan itu akan berkembang dengan pesat, ilmu pengetahuan itu
akan dapat memberikan manfaat besar bagi kehidupan manusia, dan ilmu
pengetahuan itu tidak akan menimbulkan kerusakan dan konflik di masyarakat.
KESIMPULAN
Sebagai
suatu obyek etika berkaitan dengan konsep yang dimiliki oleh oleh individu
maupun masyarakat untuk menilai suatu tindakan yang akan dikerjakan. Dimana
etika memberikan penilaian. batasan dan arahan yang mengatur manusia dalam
kelompok sosial lainnya. Dalam proses penilaiannya etika memberikan
arahan agar ilmu pengetahuan berguna dalam memberikan arah atau
pedoman dan tujuan masing-masing orang. Ilmu secara moral harus ditujukan
untuk kebaikan umat manusia tanpa merendahkan martabat seseorang.
Dalam
penyelenggaraan ilmu pengetahuan menurut pendapat beberapa tokoh menyatakan
bahwa ilmu pengetahuan bersifat bebas nilai artinya tuntutan terhadap setiap
kegiatan ilmiah agar didasarkan pada hakikat ilmu pengetahuan itu sendiri. Ilmu
pengetahuan tidak terpengaruh oleh faktor eksternal seperti faktor politis,
idiologis, agama dan budaya. Tetapi dalam penerapannya ilmu pengetahuan harus
mempertimbangkan segi kemaslahatannya bagi umat manusia.
Persoalan
yang mendasar dalam etika keilmuan adalah bahwa penerapan ilmu pengetahuan
selalu memerlukan pertimbangan dari segi etis yang berpengaruh pada
pengembangan ilmu pengetahuan di masa yang akan datang. Sehingga dalam
pengembangannya para ilmuwan harus memperhatikan dan menjaga martabat manusia
dan kelestarian lingkungan. juga diperlukan, kedewasaan yang sesungguhnya dari
manusia untuk menentukan mana yang baik dan buruk bagi kehidupannya.
Dalam
penyelenggaraan ilmu pengetahuan seorang ilmuwan harus menghasilkan pengetahuan
ilmiah yang bisa dipertanggungjawabkan secara terbuka, kritis rasional, logis
dan obyektif. Dan dalam pengembangannya diperlukan moralitas dan tanggung jawab
yang tinggi dari ilmuwan sehingga berdampak positif bagi kehidupan manusia.
Tanggung jawab ilmuwan meliputi tanggung jawab terhadap tata ilmiah, manusia dan
kepada Allah Swt.
PERAN DAN STRATEGI PENDIDIKAN DALAM MENGHADAPI AEC 2015
UNIHAZ BENGKULU
- ASEAN merupakan gerbang untuk menuju ekonomi global, dimana industri dan
kegiatan usaha di wilayah ASEAN merupakan kunci dan pemain utama dalam rantai
pasokan dan jaringan produksi, baik secara regional maupun secara global. Dalam
waktu dekat, kita akan menyongsong pembentukan ASEAN Economic Community ( AEC )
pada tahun 2015. Sebuah komunitas yang tidak hanya menekankan pembentukan pasar
tunggal dari segi ekonomi semata, tetapi juga memperhatikan penyatuan aspek
sosial budaya. Untuk itu, adalah penting mengembangkan human delelopment, penyusunan
strategi untuk pembangunan berkelanjutan, program pengentasan kemiskinan,
kerjasama pendidikan, serta pemberdayaan wanita anak dalam kerangka memperkecil
jurang pembangunan yang masih cukup besar di antara negara-negara anggota
ASEAN.Melalui Komunitas ASEAN, para pengusaha domestik dapat memiliki
kapabilitas untuk Go International.
Langkah-langkah
strategi yang dilakukan tentunya harus sesuai dengan apa yang direkomendasikan
dalam pilar AEC Blueprint 2015 yang mengharuskan setiap negara ASEAN wajib
merformasi semua unsur-unsur utama yang menjadi sektor esensial dan syarat
mutlak dalam rangka menghadapi implementasi AEC 2015.Era Globalisasi ekonomi
menuntut peningkatan kemampuan daya saing yang kuat dalam teknologi, manajemen,
sumber daya manusia serta upaya terus menerus dalam mengembangkan inovasi dan
meciptakan efisiensi cost sehingga mampu berkompetisi dalam persiapan dunia
tanpa batas (bordeless)
Menurut Joseph
Stiglitz ( Making Globalization Work ), tak ada satu pun
negara yang bisa menghindar diri dari globalisasi. Konsekuensinya, mau tidak
mau setiap negara akan masuk dalam pusaran dinamika dunia, baik dinamika
budaya, politik, keamanan, termasuk dalam pusaran ekonomi global. Dalam konteks
globalisasi ekonomi, secara de facto kawasan Ekonomi ASEAN memiliki nilai
strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Asia mengingat Asia memiliki luas
wilayah terbesar dunia, yakni 30 % dari total daratan dunia ( sekitar 44 juta
KM2), dan jumlah penduduk terbesar, yaitu 4 miliar.
Pada saat AEC
diberlakukan akan lebih banyak tenaga kerja yang saling berkompetisi merebut
lapangan kerja di antara negara ASEAN, terutama tenaga kerja lokal di negara
itu sendiri. Tentu bagi tenaga kerja yang memiliki kompetisi kerja tinggi, akan
mempunyai kesempatan lebih luas dalam mendapatkan keuntungan ekonomi dengan
adanya AEC. Kualitas SDM harus ditingkatkan baik secara informal, baik di dalam
negeri maupun intra ASEAN untuk mencegah banjirnya tenaga kerja terampil dari
luar. Pekerjaan ini tidaklah mudah karena harus memerlukan adanya Blue
Print sistem pendidikan secara menyeluruh dan sertifikasi berbagai
profesi.
Sehingga dapat
disadari, bahwa pendidikan khususnya pendidikan tinggi memiliki peran penting
dalam mendukung pembentukan AEC dan dalam mempersiapkan masyarakat Indonesia
untuk menghadapi integrasi regional. SDM Indonesia di nilai belum sepenuhnya
siap menghadapi Asean Economic Community, sehingga SDM Indonesia harus
di asah dan di perkuat melalui keterampilan. Dikarenakan, tenaga kerja terlatih
jauh lebih utama dibandingkan dengan tenaga kerja terdidik. SDM terdidik tanpa
disertai dengan kompetisi yang memadai dapat dikalahkan oleh tenaga kerja yang
terampil dan terlatih.
Saat ini
lembaga pendidikan tinggi didorong untuk dapat menghasilkan lulusan berkualitas
Internasional yang dilengkapi dengan keterampilan profesional, keterampilan
bahasa dan keterampilan antar budaya. Liberalisasi perdagangan jasa pendidikan
merupakan kesempatan bagi lembaga-lembaga pendidikan tinggi untuk menyambut
mahasiswa asing terutama dari negara-negara anggota ASEAN. Namun pada dasarnya
institusi pendidikan tinggi harus meningkatkan kulaitas fakultas, kurikulum dan
fasilitasnya untuk memenuhi standar internasional. Selain itu, pendidkan tinggi
juga dituntut dapat mengembangkan keterampilan baik dengan kerja sama dengan
institusi atau pihak lain maupun dengan pengembangan unit kegiatan mahasiswa.
Sehingga
diharapkan dapat tercipta SDM yang terdidik dengan keterampilan yang terlatih.
Dengan bergabungnya Indonesia nanti sebagai anggota AEC 2015, akan banyak
perubahan yang dialami Indonesia. Indonesia bisa menjadi negara yang besar dan
mampu menjadi "Man Of The Match"atau bahkan bisa menjadi
semakin terpuruk karena kalah saing sebagai efek dari zaman ini.
Bisnis
Event Organizer – Meraih Keuntungan dari Kemeriahan
Di kota-kota
besar semakin menjamur para pebisnis-pebisnis Event Organizer. Bagi yang belum
tahu, Event Organizer adalah penyedia jasa profesional penyelenggara acara dan
populer disebut dengan singkatan EO. Tujuan dari sebuah Event Organizer tentu
saja adalah untuk membantu kliennya agar bisa menyelenggarakan acara yang
diinginkan tanpa harus menjalankan sendiri.
Hal ini tentu
karena pihak penyelenggara memiliki keterbatasan sumber daya serta waktu
sehingga mereka harus menggunakan jasa EO. Tetapi saat ini kebanyakan klien
beralasan bahwa dengan menggunakan jasa EO profesional hasilnya lebih
bagus dibandingkan bila dikerjakan sendiri. Mungkin Anda tertarik dengan dunia
Event Organizer? Bisnis ini sepenuhnya menguntungkan bila dikerjakan dengan
serius dan memiliki inovasi yang membuat orang tertarik.
Jenis Event Organizer
Sebelum
Anda membuka jasa penyelenggara acara sebaiknya Anda harus mengetahui berbagai
jenis Event Organizer. Jasa EO umumnya dikategorikan menjadi beberapa jenis,
diantaranya adalah:
- EO One Stop Service Agency: ini adalaha jasa EO skala besar yang layak menyelenggarakan acara kelas internasional.
- EO musik dan entertainment: EO jenis ini lebih banyak bergerak dibidang hiburan, terutama adalah musik seperti konser dan kegiatan entertainment lainnya.
- EO Wedding: EO ini cukup banyak dan tersebar dibanyak tempat, tugasnya adalah membantu acara pesta pernikahan lebih menarik dan lebih sistematis. Sekain acara pernikahan, EO semacam ini juga bisa membantu menyelenggarakan pesat ulang tahun.
- EO Brand Activation: EO ini biasanya memiliki jasa yang lebih spesifik, yakni membantu client guna mempromosikan sebuah produk dalam rangka peningkatan penjualan atau bisa juga untuk kegiatan promosi pengenalan merek. EO ini umumnya lebih sering berinteraksi langsung ke target marketnya.
- EO MICE: EO ini umumnya hanya khusus bergerak pada bidang penyelenggaraan acara berbentuk pertemuan, acara formal dan kegiatan yang berhubungan dengan pariwisata.
·
Bagi Anda yang masih pemula, mungkin membuka
jasa EO Wedding atau EO Musik dan Entertainment cukup pas. EO ini lebih umum
dan tidak membutuhkan banyak sekali crew, yang terpenting adalah ide, inovasi
dan memiliki fasilitas-fasilitan pendukung. Pada intinya, reputasi bagus sebuah
jasa Event Organizer dilihat dari kesuksesan event atau acara yang dibuat. Jika
EO Anda banyak meraih kesuksesan dalam menyelenggarakan sebuah acara maka akan
semakin dipercaya oleh klien guna menangani berbagai acara lainnya.
Berikut ini adalah
beberapa tips jitu dalam menjalankan bisnis Event Organizer:
1. Miliki Pengalaman
Pengalaman
sepertinya menjadi hal penting untuk menjalankan bisnis Event Organizer. Jadi
pada umumnya orang-orang pemilik jasa EO kebanyakan dahulu pernah bekerja pada
perusahaan EO. Berbekal pengalaman tersebutlah dipastikan Anda akan dapat
mengetahui tata cara, prosedur mengelola suatu kegiatan, mulai dari masalah
penyusunan proposal hingga eksekusi di lapangan. Kami harus mengatakan bahwa
sulit menjalankan bisnis ini tanpa pengalaman.
2. Miliki Ide Kreatif dan
Inovasi
Tentu klien
tidak menginginkan acaranya berjalan biasa-biasa saja. Untuk itulah mereka
menyewa jasa EO. Sebuah kewajiban sebuah EO adalah memiliki ide-ide kreatif dan
memiliki inovasi yang benar-benar menghadirkan daya tarik. Sebagai contoh salah
satu ide kreatif EO Wedding adalah mengadakan kegiatan-kegiatan menarik seperti
pemotongan roti besar, melempar bunga, kiss wedding dan ide-idel lain. Jika
Anda memililki ide yang lebih banyak, tentu bisa dia aplikasikan pada acara.
3. Miliki Banyak Relasi
Sebuah
perusahaan EO biasanya memiliki banyak relasi seperti perusahaan, sekolah,
maupun intstansi lain. Dengan semakin banyaknya relasi memungkinkan semakin
banyak yang menggunakan jasa EO Anda. Jangan canggung untuk bergaul dengan
orang-orang kaya, karena pada umumnya pengguna jasa EO adalah kalangan menengah
keatas.
4. Miliki Mitra Kerja
Event Organizer
bisa dikatakan adalah tim yang mengerjakan segalanya dalam acara. Perlu banyak
crew dan perlu banyak memiliki mitra kerja. Anda harus bekerja sama dengan ahli
dan pemilik sound system, tata lampu, penggung atau scafholding serta
konstruksi rigging, perlengkapan meja, kursi, partisi, karpet, fotografer,
videografer, alat musik, desainer grafis, penampil acara, MC dan lain sebagainya.
Pastikan mitra kerja Anda memiliki kualitas SDM dan peralatan bagus karena akan
berpengaruh pada reputasi jasa EO Anda.
5. Miliki Tim Solid
Memiliki crew
banyak tidak menjamin acara berhasil dan sukses. Tetapi memiliki crew banyak,
tapi solid dan professional sudah tentu akan sukses. Setiap crew harus mendapat
job description masing-masing, kemudian juga harus melaporkan progresnya
masing-masing. Ingat bahwa sukses atau tidaknya sebuah acara atau event sangat
bergantung sekali dengan kesiapan, koordinasi maupun kerjasama antar teamwork.
6. Pemasaran Online
Strategi marketing yang harus
Anda jalankan adalah melalui internet, memanfaatkan website resmi agar lebih
bonafit. Selain itu juga bisa melalui media sosial.